• 세계를 향한 끊임없는 기술창조정신! Global CT 우리는 아이엠씨티입니다.
  • 세계를 향한 끊임없는 기술창조정신! Global CT 우리는 아이엠씨티입니다.
  • 세계를 향한 끊임없는 기술창조정신! Global CT 우리는 아이엠씨티입니다.
  • 세계를 향한 끊임없는 기술창조정신! Global CT 우리는 아이엠씨티입니다.
  • 세계를 향한 끊임없는 기술창조정신! Global CT 우리는 아이엠씨티입니다.
  • 세계를 향한 끊임없는 기술창조정신! Global CT 우리는 아이엠씨티입니다.

고객지원

  • 공지사항 & 뉴스
  • 문의상담
  • 연락처안내
2017.08.12 15:49:10
Suara dari speaker atau corong toa itu pasti tiada asing bahkan selagi hits akhir-akhir ini. Sumber suara berawal dari mobil bak terbuka yang menjajakan tahu bulat digoreng dadakan taksirannya lima ratus rupiah/biji. Alhasil, konsumen dapat menikmati tahu bulat yang hangat gurih-gurih enyoy karena fresh from the bajan.

Biasanya di dalam mobil tahu bulat yang blusukan di komplek perumahan maupun perkampungan berisi dua maupun tiga orang laki-laki. Di bagian kemudi ada sopir yang merangkap jadi tukang halo-halo. Kadang ada juru berita sendiri di pinggir pak pengendara yang sedang bertindak mengendarai mobil supaya pelan jalannya (Lha jika ngebut kasihan para pemakai harus lari-lari mengejarnya).



Di kolam belakang, ada satu ataupun dua orang lelaki remaja ataupun dewasa kecil yang siap menjamu pembeli. Satu orang sibuk menggoreng lalu satu orang lagi menjadi kasir. Kadang pakar goreng merangkap menjadi bendaharawan. Di bawah atap terpal, pramusaji tahu bulat berpeluh keringat. Paham ia bersimpuh dekat wajan besar bermuatan minyak goreng panas. Jadi kalau ada tetesan keringat masuk ke wajan itu sanggup menambah enak rasa tahu bulat (udah, nggak perlu dipikirin).

Jajanan tahu bulat sebenarnya telah lama kita jumpai di gerobak pinggir-pinggir jalan. Namun eksistensi mobil tahu bulat keliling mendatangkan jajanan ini jadi booming lalu fenomenal terutama di wilayah Jawa Barat. Backsound yang serasa menjadi langkah tetap (protap) selaku ciri eksklusif unik pada usahadagang tahu bulat keliling ini. Inventor teks backsound tersebut sepertinya layak mendapat imbalan.

Teks halo-halo itu pertama kali saya dengan di pedalaman mertua di Banjar, Ciamis, sekeliling dua tahun lalu. Tidak dinyana, halo-halo itu sekarang marak terdengar di jalanan dekat rumah saya di wilayah Depok, Jawa Barat. E lhadalah, pesat sekali ekspansinya. Sebentar lagi bolehjadi akan terlihat FTV di televisi nasional berjudul: Hallooouw! Pacarku Tukang Tahu Bulat Digoreng Dadakan (loh yang digoreng tahunya apa tukangnya?)

Sebenarnya bacaan itu sangat sederhana, tak terlihat kata-kata nyeleneh. Mungkin sebab diucap berulang-ulang jadi lengket dalam ingatan. Konon semacamitu teori marketing sebuah produk. Ketika saudagar kuliner memeras otak mencari tagline yang menggelitik, pencipta hymne tahu bulat menentukan kembali ke gairahmakan asal: kesederhanaan teks.

Ketika pebisnis kuliner menggunakan merek aneh-aneh, keinggris-inggrisan sampai nama-nama berbau mistis/hantu-hatuan, tahu bulat tampak apa adanya dan yakin diri sebagai tahu bulat saja. Mobil yang ngider blusukan dusun pun tampak apa adanya. Hanya tulisan sekedarnya di papan triplek, tanpa perlengkapan desain visual penuh warna yang memanjakan mata, ala pedati kuliner waralaba.

Kekuatan bacaan pada backsound Keywords (This Web page) tahu bulat keliling semacamitu kuat melekap dalam ingatan. Tak pelik jika di penghubung sosial banyak berkeliling meme seputar tahu bulat digoreng dadakan. Tulisan itu juga mengulik inspirasi lain hingga lahir lagu bertema sebangsa di Youtube. Mulai dari lagu versi paduan, reggae hingga lagu Sunda, "Tahu bulat digoreng dadakan, lima ratusan, dina mobil. Maknyuss wenak gurih-gurih enyoy."

Saya kira, perumus teks halo-halo tahu bulat keliling termasuk orang yang genius. Sebenarnya jika dikaji secara mendalam (nggaya sekali ya), perkataan sederhana itu kenyataannya mengandung kedalaman makna. Tidaktahu siapa dia beserta di mana tinggalnya, penulis wacana itu saya kira sangat paham akan keadaan sosial politik Indonesia. Benarkah?

Melatihdiri Hidup dari Tahu Bulat

Demi merayu mata pelanggan, tahu yang biasanya bujursangkar atau segitiga juga membulatkan niat. Mungkin sepertiitu filosofi awal dari tahu bulat (ngarang betul). Namun, tantangan tahu bulat merupakan bagaimana mempertahankan kebulatan bentuknya. Gimana biar yang bulat tetap bulat. Begitu juga tantangan umat insan ketika perlu mempertahankan kepaduan tekadnya.

Ketika tahu bulat hangat diangkat dari minyak mendidih di wajan, kebulatannya akan terlihat sempurna. Di mata pembeli, tahu bulat yang panas kinyis-kinyis, klomoh (berlumuran) minyak menggoreng persis kayak bidadari maupun gadis desa yang selesai mandi di sumberair atau dam.

Namun sesudah tahu bulat di angkat dari wajan, ada saja tahu yang cekung atau ceduk. Mungkin karena masuk angin. Begitu pun dengan kehidupan ini. Meluap orang atau pengemban kepentingan yang gairah saat menggodok program alias perencanaan, namun melempem saat aplikasi. Koalisi yang digadang-gadang utuh bulat juga bisa langsung sirna bentuk lebih-lebih bubar di lagi jalan. Semacamitu juga atas semangat kamu yang awalnya bulat tapi bisa susut karena meluap rintangan.

Katanya, ada beberapa resep agar tahu bulat tetap bulat. Di kali menggoreng, apinya jangan terlalu besar karena dapat gosong. Hawa minyak goreng pula harus dijaga agar kondusif. Apabila terlalu panas sehingga tahu bulat bisa meletus. Bala kan. Lama masa penggorengan juga harus diperhitungkan supaya tahu bulat matang sempurna. Jika enggak, tahu bulat akan susut kembali sehabis diangkat dari penggorengan.

Di daur keriuhan medsos dan masih adanya kubu-kubuan (sebaliknya pilpres dah kelar yak), semua hal sanggup seperti tahu bulat kisaran: digoreng dadakan. Apapun yang dilakukan presiden dan pun mantan presiden sampai jajaran kabinetnya alias artis/tokoh masyarakat dapat menjadi bahan untuk digoreng kemudian di-share agar jadi isu hangat. Bisajadi oleh golongan pemuja-pemuji ataupun pembenca-pembenci. Kemudian terjadilah balas pantun.

Entah dari dapur mana energi kreatif yang menyala-nyala bagaikan api kompor yang memanaskan pantat belanga. Begitu ada sebuah perkara langsung, tangan-tangan yang menggoreng dadakan. Dalam sekejam eh sekejap tampak cuitan, meme atau link-link kabar dari beragam lokasi.

Walaupun panas lalu resikonya mlocot (melepuh) lidah, tahu bulat memang nikmat dinikmati sesaat setelah diangkat dari wajan. Sehingga segala gunjingan yang digoreng dadakan harus acap di-share, dengan aksesori kalimat ajaib: Sebarkan! Benar salah itu kesibukan nanti. Jika berita itu salah, kan aku cuma nge-share.

Beserta kita pun menikmati keriuhan di alat sosial sambil kunyah tahu bulat digoreng dadakan di mobil anget-anget. Hallooouw!
IP *.152.203.156
오시는길 문의하기 ENGLISH Korean 관리자 로그인