• 세계를 향한 끊임없는 기술창조정신! Global CT 우리는 아이엠씨티입니다.
  • 세계를 향한 끊임없는 기술창조정신! Global CT 우리는 아이엠씨티입니다.
  • 세계를 향한 끊임없는 기술창조정신! Global CT 우리는 아이엠씨티입니다.
  • 세계를 향한 끊임없는 기술창조정신! Global CT 우리는 아이엠씨티입니다.
  • 세계를 향한 끊임없는 기술창조정신! Global CT 우리는 아이엠씨티입니다.
  • 세계를 향한 끊임없는 기술창조정신! Global CT 우리는 아이엠씨티입니다.

고객지원

  • 공지사항 & 뉴스
  • 문의상담
  • 연락처안내
2017.08.12 12:57:50
Suara dari speaker atau corong toa itu pasti tidak asing bahkan selagi hits akhir-akhir ini. Sumber suara bermula dari mobil bak terbuka yang menjajakan tahu bulat digoreng dadakan nilainya lima ratus rupiah/biji. Akibatnya, konsumen bisa menikmati tahu bulat yang hangat gurih-gurih enyoy karena fresh from the bajan.

Biasanya di dalam mobil tahu bulat yang blusukan di komplek perumahan maupun perkampungan berisi dua maupun tiga orang laki-laki. Di bilik kemudi tampak sopir yang merangkap jadi juru halo-halo. Kadang tampak juru berita sendiri di pinggir pak penyetir yang sedang bekerja mengendarai mobil agar pelan jalannya (Lha apabila ngebut kasihan para pemakai harus lari-lari mengejarnya).



Di pasu belakang, ada satu maupun dua orang lelaki remaja maupun dewasa baru yang siap menyuguhkan pembeli. Satu orang sibuk menggoreng beserta satu orang lagi menjadi kasir. Kadang tukang goreng merangkap menjadi bendaharawan. Di bawah atap terpal, pramusaji tahu bulat berpeluh keringat. Mengerti ia bersandar dekat wajan besar bermuatan minyak goreng panas. Jadi kalau ada tetes keringat masuk ke wajan itu bisa menambah gurih rasa tahu bulat (udah, nggak usah dipikirin).

Jajanan tahu bulat sebenarnya suah lama kita jumpai di gerobak pinggir-pinggir rute. Namun keberadaan mobil tahu bulat keliling menciptakan jajanan ini jadi booming serta fenomenal terpenting di wilayah Jawa Barat. Backsound yang seolah menjadi langkah tetap (protap) selaku ciri khas unik pada bisnis tahu bulat keliling ini. Kreator teks backsound itu sepertinya pantas mendapat imbalan.

Teks halo-halo itu pertama kali saya dengan di kampung mertua di Banjar, Ciamis, kira-kira /~970525733406143247 [Suggested Studying] dua tahun lalu. Tidak dinyana, halo-halo itu sekarang ramai terdengar di jalanan dekat rumah aku di wilayah Depok, Jawa Barat. E lhadalah, cepat sekali ekspansinya. Sebentar lagi bolehjadi akan terdapat FTV di televisi nasional berjudul: Hallooouw! Pacarku Tukang Tahu Bulat Digoreng Dadakan (ya yang digoreng tahunya apa tukangnya?)

Sebenarnya wacana itu sangat mudah, tak terlihat kata-kata nyeleneh. Mungkin sebab diucap berulang-ulang jadi lengket dalam ingatan. Konon sepertiitu teori marketing suatu produk. Ketika produser kuliner memeras otak mencari tagline yang menggelitik, pencipta hymne tahu bulat menentukan kembali ke gairahmakan asal: kesederhanaan wacana.

Ketika pebisnis kuliner memakai merek aneh-aneh, keinggris-inggrisan hingga nama-nama berbau mistis/hantu-hatuan, tahu bulat muncul apa adanya dan mengakui diri sebagai tahu bulat saja. Mobil yang ngider blusukan desa pun tampak apa adanya. Hanya coretan sekedarnya di papan triplek, tanpa hiasan desain visual kancap warna yang memanjakan mata, ala gerobak kuliner waralaba.

Kekuatan bacaan pada backsound tahu bulat keliling semacamitu kuat melekap dalam ingatan. Tak bingung jika di alat sosial banyak berkisar meme seputar tahu bulat digoreng dadakan. Teks itu juga mengulik inventivitas lain hingga lahir lagu bertema sebangsa di Youtube. Mulai dari lagu versi campuran, reggae hingga lagu Sunda, "Tahu bulat digoreng dadakan, lima ratusan, dina mobil. Maknyuss wenak gurih-gurih enyoy."

Aku kira, perumus wacana halo-halo tahu bulat keliling termasuk orang yang genius. Sedangkan jika dikaji secara mendalam (nggaya sangat ya), wacana sederhana itu kenyataannya mengandung kekuatan makna. Entah siapa dia lalu di mana tinggalnya, penulis wacana itu saya sangka sangat tahu akan kondisi sosial politik Indonesia. Benarkah?

Belajar Hidup dari Tahu Bulat

Demi merayu mata pelanggan, tahu yang biasanya petak atau segitiga juga membulatkan tekad. Mungkin begitu filosofi awal dari tahu bulat (ngarang ya). Namun, tantangan tahu bulat merupakan bagaimana mempertahankan kebulatan bentuknya. Gimana biar yang bulat mantap bulat. Begitu juga tantangan umat insan ketika perlu mempertahankan kepaduan tekadnya.

Ketika tahu bulat baru diangkat dari minyak mendidih di wajan, kebulatannya akan terlihat sempurna. Di mata konsumen, tahu bulat yang panas kinyis-kinyis, klomoh (berlumuran) minyak menumis persis kayak bidadari maupun gadis desa yang selesai mandi di perigi atau telaga.

Namun setelah tahu bulat di angkat dari penggorengan, ada saja tahu yang ceduk atau kempot. Mungkin karna masuk angin. Begitu juga dengan kehidupan ini. Meluap orang atau pemangku kepentingan yang gairah saat menggodok program ataupun perencanaan, namun alum saat pelaksanaan. Koalisi yang digadang-gadang utuh bulat juga bisa langsung hilang bentuk terlebih bubar di lagi jalan. Sedemikianitu juga oleh semangat kita yang awalnya bulat tetapi bisa kempes karena banyak rintangan.

Konon, ada sebagian resep supaya tahu bulat tetap bulat. Di kali menggoreng, apinya jangan berlebihan besar karena mampu gosong. Suhu minyak goreng pun harus dijaga biar kondusif. Bila terlalu panas maka tahu bulat bisa meletus. Bahaya kan. Lama durasi penggorengan pun harus diperhitungkan agar tahu bulat matang sempurna. Jika enggak, tahu bulat akan kempes kembali setelah diangkat dari penggorengan.

Di abad keriuhan medsos lalu masih adanya kubu-kubuan (padahal pilpres dah kelar yak), semua hal dapat seperti tahu bulat kitaran: digoreng dadakan. Apapun yang dilakukan pemimpinnegara dan pun mantan presiden sampai jajaran kabinetnya atau artis/tokoh masyarakat sanggup menjadi materi untuk digoreng kemudian di-share agar selaku isu hangat. Mungkin oleh golongan pemuja-pemuji maupun pembenca-pembenci. Kemudian terjadilah melayani pantun.

Mungkin dari dapur mana energi inovatif yang menyala-nyala bagai api kompor yang memanaskan pantat wajan. Begitu terdapat sebuah kejadian langsung, tangan-tangan yang menggoreng dadakan. Dalam sekejam eh sekejap tampak cuitan, meme atau link-link berita dari beragam tempat.

Walaupun panas serta resikonya mlocot (melepuh) lidah, tahu bulat memang sedap dinikmati sesaat sesudah diangkat dari wajan. Alkisah segala gosip yang digoreng dadakan harus acap di-share, dengan aksesori kalimat bertuah: Sebarkan! Benar salah itu kesibukan nanti. Andaikan berita itu salah, kan aku cuma nge-share.

Beserta kita pun menikmati keriuhan di media sosial sambil kunyah tahu bulat digoreng dadakan di mobil anget-anget. Hallooouw!
IP *.152.203.156
오시는길 문의하기 ENGLISH Korean 관리자 로그인